Pahamilah

pahamilah1

Kau tahu,
Ada sisi dimana aku selalu berharap bisa hidup denganmu
Ada pula sisi dimana aku begitu meragu terhadap dirimu

Aku memang tak punya keyakinan lebih tentang kita
Tapi entah kenapa, selalu ada sisi dimana aku merasa kau lah yang terbaik
Kau yang akan selalu mengerti dan menerima aku

Hanya denganmu aku bisa menghayal tentang semua masa depan
Membicarakan dengan bebas
Apa yang aku mau
Apa yang ada di otakku
Kau memang tak lembut,
Kau tak pandai merangkai kata,
Kau tak peka,
Bahkan terkadang aku merasa kau begitu menyebalkan

Dan aku ingin kau selalu mengerti tentang apa yang aku mau,
Tanpa aku mengatakannya sedikitpun
Tapi bukankah itu mustahil?

Aku ingin pengertian dan pemahaman,
Dari orang yang bahkan tak peka terhadap segala hal
Setiap aku katakan tentang “usaha”
Selalu kau jawab begitu,
“aku sudah mengusahakan”

Terkadang kau terlalu fokus terhadap hal-hal besar
Tetapi aku juga ingin hal-hal kecil yang juga kau perhatikan

Berhentilah hanya berfokus pada hal-hal besar,
Dan kau lupa pada hal kecil

Tidakkah kau tahu?
Segala hal besar, berasal dari hal kecil
Yang mungkin bahkan tak akan kau duga sebelumnya

Jadi mulailah peduli,
Dan mulailah dari hal kecil
Aku bukan tak bahagia dengan hal besar yang menjadi cita citamu
Sungguh aku bahagia,
Tapi aku juga rindu dengan hal-hal kecil yang orang lain dapatkan

Akankah seperti ini selamanya?
Tentu aku tidak,
Aku tidak mau.

Aku ingin menjadi lebih baik,
Aku ingin menerima mu lebih
Tapi aku juga ingin kau belajar lebih peka

Ya,
Kita memang harus belajar satu sama lain
Kau belajar lebih peka,
Dan aku belajar untuk menerima,
Itu pekerjaan rumah yang harus kita perbaiki dan kita selesaikan

Aku tak ingin sesuatu yang berlebihan
Aku hanya mau,
Kesederhanaan yang dibalut dengan keindahan
Terkadang wanita tak ingin sesuatu yang muluk,

Dia ingin dilindungi, dan bisa bersandar pada prianya

Dia ingin kuat dan tumbuh bersama dengan prianya

Kau tahu?
Wanita juga ingin kuat, seperti prianya
Bahkan ia ingin lebih kuat dari prianya,

Agar apa?
Agar kelak, ketika prianya jatuh,
Ia bisa menopang pria itu dengan kuat
Kembali membangkitkan prianya,
Membantunya untuk berdiri tegak dihadapannya kembali

Bukankah itu menyenangkan?
Aku ingin kita sama-sama kuat,
Bersama- sama belajar menjadi lebih baik,
Dan bersama- sama memperbaiki

Bandung, 7 March 2016

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s