Berbisik tentang…

muslim_manga_madimar_2
sumber: http://saungkertas.com

 

Kemarin aku sangat mengkhawatirkanmu. Apa yang terjadi padamu duhai pria tangguh? Kenapa kau seperti itu? Kuatkanlah hatimu, kau pria hebat yang aku kenal. Kau pria tangguh.

Maaf untuk torehan luka yang aku buat. Karena itu aku enggan ada disebelahmu. Aku tak cukup siap untuk menerima kondisi ini. Aku tak ingin melihatmu terluka lebih dalam karena aku.

Maka biarlah seperti ini, biarlah kita berjarak karena sebab yang aku buat. Sebenarnya tidak ada siapa yang pergi dari siapa. Siapa yang datang atau siapa yang pergi. Kau tetap memiliki tempat yang indah di hati ini.

Aku terkesan dengan kesederhanaan dan caramu. Kau benar, sudah tak banyak pria sepertimu saat ini. Kebanyakan dari mereka adalah mendekati banyak wanita untuk menghibur kesepiannya. Tapi kau tidak, kau memilih menyendiri, diam, dan merenungi kesendirianmu.

Aku tahu kau bosan, aku tahu bagaimana rasanya. Bahkan mungkin kau sudah berputus asa dengan kesendirianmu.

Jangan seperti itu, duhai pria hebat. Kau sudah cukup kuat menahan semuanya. Tak perlu lah kau berputus asa seperti itu. Jodoh sudah diatur-Nya untuk garis hidupmu. Yakinlah, bahwa ada sesuatu yang belum kau tahu penyebab semua ini. Entah rencana indah apa yang sedang disiapkan oleh Tuhan kita untuk mu. Berbaiksangkalah pada-Nya duhai pria hebat.

Tak ada bahagia yang datang terlambat, tak ada indah di waktu yang tidak tepat. Semua akan indah dan bahagia di saat yang tepat dan sebagaimana mestinya.

Berhentilah berputus asa, yakinkan kembali hatimu. Perbaiki saja dirimu, jika memang kelak jodohmu dipertemukan di dunia, maka beruntunglah ia mendapatkan pria sehebat kau. Jika tidak, mungkin kelak bidadari itu akan menjemputmu di tempat yang berbeda.

Kau tahu?

Dini hari tadi, aku menangis terisak karenamu. Entah benar entah tidak yang kau ucap kala itu, aku mengaminkan setiap doa yang kau bilang untukku itu. Entah apa doamu, semoga Allah mengabulkan setiap bisikan indah yang terucap dari mulutmu.

Biarlah, kita berjarak saat ini. Biarkan keraguanku padamu memudar atas ijin-Nya. Jika memang kita berjodoh, biarlah Dia yang menyatukannya.

Jika tidak, aku berterima kasih pada-Nya juga padamu. Karena-Nya, kita bisa saling menyapa satu sama lain. Dan denganmu aku terbangun di dini hari untuk setengah berbisik pada-Nya. Serta pada-Nya aku meminta segala kebaikan untukmu.

Aku selalu bercermin darimu, jika aku bisa sedikit menyadarkanmu maka mengapa aku tak bisa menyadarkan diriku sendiri?

Terima kasih padamu, tanpa kau dan aku sadari, kini aku memiliki semangat baru untuk berbisik pada-Nya. ..

Berbisik tentang aku dan kau…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s